Konsep Nilai
Waktu dari Uang
Pengertian
Nilai Waktu Uang
Nilai waktu uang merupakan konsep
sentral dalam manajemen keuangan, atau nilai waktu dari uang, di dalam
pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu memegang peranan
penting. Sebuah contoh seperti kenaikan pangan yang dikeluhkan oleh masyarakat,
di mana masyarakat mengambil kesimpulan sendiri atas kenaikan pangan. Ada yang mengatakan kenaikan dikarenakan pasokan barang mulai langka, dan
lain-lain.
Konsep Nilai Waktu Uang
Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer
keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu
aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman
yang akan di pilih. Suatu jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan
datang jika di nilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan
tingkat bunga tertentu (discountfactor).
ISTILAH YANG
DIGUNAKAN :
Pv = Present Value (Nilai
Sekarang)
SI = Simple interest dalam rupiah
Fv = Future
Value (Nilai yang akan datang) An = Anuity
I = Bunga (i = interest / suku
bunga)
n = tahun ke-
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
Konsep nilai waktu uang (time
value of money concept) merupakan konsep yang dipahami sebagian besar orang di
dunia. Teorinya: uang yang ada sekarang lebih tinggi nilainya
dibandingkan jumlah yang sama dimasa depan. Sebagai contoh: uang sejumlah Rp
6.000,00 sekarang dapat membeli satu liter beras kualitas sedang. Namun, uang
sejumlah tersebut diatas tidak dapat membeli satu liter beras pada tahun depan,
mungkin 0,9 liter. Disini terlihat bahwa secara kualitas, nilai uang tergerus
seiring dengan jalannya waktu. Tergerusnya nilai uang tersebut disebut sebagai
inflasi.
Inflasi muncul melalui banyak sebab. Dari sudut makro ekonomi, inflasi bisa berarti kabar yang baik (pada
batasan tertentu). Jika pengangguran menurun, artinya banyak orang menerima
penghasilan, artinya pula ada banyak uang yang beredar di pasar. Selaras dengan
hukum penawaran dan permintaan, maka saat daya beli meningkat (karena
orang-orang menerima penghasilan) maka harga-harga biasanya ikut naik. Kenaikan
harga tersebut sudah kita pahami sebelumnya sebagai inflasi. Maka jelas inflasi
(sekali lagi pada batas tertentu) merupakan salah satu indikator menurunnya
pengangguran.
Inflasi merupakan salahsatu
konsekuensi dari perkembangan perekonomian. Yang harus diperhatikan dari
inflasi adalah: apakah kenaikan harga (inflasi) tersebut didukung oleh daya
beli seseorang (secara kualitatif)? Mari kita biarkan dahulu tentang masalah ini
kepada penentu kebijakan.
Tujuan dari rencana keuangan
adalah untuk mencapai keadaan perekonomian seseorang seperti yang ditargetkan
sebelumnya. Maka dalam merencanakan keuangan penting kita ketahui bahwa inflasi
merupakan bagian yang inheren pula dari setiap tindakan/keputusan keuangan yang
diambil. Misalnya dalam keputusan memilih investasi : jangan sampai pengorbanan
sekarang yang kita lakukan, alih-alih mendapat nilai tambah, akhirnya justru
menurun.
Tujuan penulisan makalah ini
sekedar mengingatkan bahwa segala kendaraan investasi yang kita gunakan harus
memperhitungkan inflasi yang terjadi di negara ini. Tidak perlu kita membahas
terlalu dalam asal muasal inflasi yang pasti terjadi, namun inflasi haurs
menjadi perhatian kita.
Pemahaman konsep nilai waktu uang
diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan
melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan
menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih. Suatu jumlah uang tertentu
yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai sekarang maka jumlah uang
tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga tertentu (discount factor). Suatu
jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah
uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu (Compound
factor)
Cara Mengatasi Penurunan Nilai Uang
Mengatasi penurunan nilai uang
karena tergerus inflasi dan dimakan waktu adalah dengan membuat uang tersebut
produktif dan atau memberi imbal hasil melebihi laju inflasi. Cara paling efektif
adalah menginvestasikan dana tersebut agar menghasilkan imbal hasil di atas
laju inflasi sehingga nilai uang Anda relatif tetap atau bahkan bisa bertambah.
Kalau semua dana dimasukkan dalam investasi yang memberi imbal hasil lebih
besar dari laju inflasi, bagaimana dengan dana kebutuhan sehari-hari?
Tentu saja, kebutuhan dana
sehari-hari bisa ditempatkan di bank yang besarnya sekadar untuk berjaga-jaga,
sementara untuk belanja bulanan bisa menggunakan kartu kredit yang ketika
tagihannya jatuh tempo Anda bayar penuh sehingga tidak dibebani bunga kredit.
Dengan pola semacam ini, dana Anda bisa ditempatkan pada deposito berjangka 1
bulan yang bunganya lebih tinggi dari bunga tabungan. Dana Anda akan mendapat
imbal hasil cukup tinggi dan bisa di atas laju inflasi. Di sisi lain,
pengaturan uang tunai Anda juga akan bagus sebab belanja rumah tangga bisa
dilakukan sekali sebulan, pakai kartu kredit, dan dibayar lunas pada awal bulan
berikutnya. Itu baru dalam konteks nilai waktu uang dikaitkan dengan belanja
sehari-hari yang notabene bersifat jangka pendek.
Jangka panjang
Bagaimana jika nilai waktu uang
dilihat dalam perspektif jangka panjang? Di sinilah makna nilai waktu uang akan
sangat terasa. Umpamakan 10 tahun lalu Anda berinvestasi Rp 1 juta rupiah per bulan.
Lalu teman Anda menginvestasikan Rp 1,1 juta rupiah per bulan. Perbedaan nilai
uangnya hanya 10 persen, tetapi dampak terhadap hasil bisa sangat luar biasa.
Tidak percaya? Lihat hitungan berikut.
Katakanlah uang Rp 1 juta itu
ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka dan mendapat bunga 10% per tahun.
Maka, pada tahun kedua, total dana menjadi Rp 1,1 juta dan tahun berikutnya
menjadi Rp 1,21 juta. Sementara itu, teman Anda dengan dana awal Rp 1,1 juta,
pada tahun kedua dananya menjadi Rp 1,21 juta dan tahun berikutnya menjadi Rp
1,33 juta. Bayangkan jika pokok yang ditambah bunga tersebut kemudian
diinvestasikan terus-menerus dalam waktu 10 tahun. Awalnya, perbedaan dana Anda
dengan teman hanya Rp 100.000, tetapi dalam 10 tahun kemudian perbedaannya sudah
sangat besar.
Ringkasnya, nilai waktu akan uang
menjadi berarti jika Anda menginvestasikan dana Anda lebih besar dalam dalam
kurun waktu panjang.
Investasi
dan Biaya-biaya dalam Investasi
Nilai uang yang
sekarang tidak akan sama dengan nilai di masa depan. Ya, Ini berarti uang yang
saat ini kita pegang lebih berharga nilainya dibandingkan dengan nilainya nanti
di masa mendatang. Coba bayangkan ketika anda memiliki uang satu
juta rupiah di tahun 1970. Dengan uang sebesar itu anda sudah bisa hidup
mewah bagaikan milyuner di masa kini. Tahun 1990 uang satu juta sudah
mengalami penurunan namun nilai wah dari uang satu juta masih termasuk lumayan
dan dapat menghidupi keluarga secara wajar. Namun uang satu juta di masa sekarang
jelas sudah tidak ada apa-apanya. Orang yang kaya di jaman dulu disebut juga
dengan sebutan jutawan, namun kini sebutan tersebut perlahan menghilang dan
digantikan dengan sebutan milyuner.
Jika kita
melakukan investasi, maka konsep nilai waktu uang harus benar-benar dipahami
dan dimengerti sedalam mungkin. Jangan sampai kita tertipu oleh
angka-angka yang fantastis, namun di balik angka yang besar itu
kenyataannya justru kerugian yang kita dapatkan. Contoh kasusnya adalah
jika kita berinvestasi 10 juta rupiah untuk jangka waktu 20 tahun dengan total
pengembalian atau return sebesar 50 juta rupiah. Jika kita lihat dari nilai
sekarang 50 juta adalah angka yang fantastis dibandingkan dengan 10
juta. Namun setelah 20 tahun berikutnya belum tentu nilai 50 juta lebih
baik dibandingkan dengan nilai 10 juta saat ini.
Selain inflasi
kita harus memperhatikan biaya-biaya yang mungkin muncul dalam investasi kita.
Seperti yang kita ketahui, sering instrumen yang kita gunakan dalam investasi
memerlukan biaya-biaya dalam pengelolaan/penguasaannya. Terhadap
biaya-biaya tersebut maka kita harus sedikit meluangkan waktu dalam
menghitungnya. Tidaklah rumit dalam menghitungnya, hanya memerlukan
sedikit perhatian saja dan hasilnya akan membuat Anda tersenyum.
Terkadang biaya-biaya muncul tidak hanya diawal investasi. Ada beberapa biaya
yang muncul selama kita menguasai investasi tersebut, contohnya: Pajak Bumi
Bangunan (untuk investasi berupa properti), Zakat (bagi seorang muslim
wajib berzakat bila memiliki emas), dll.
Yang ingin
dicapai dalam menghitung segala biaya-biaya terkait investasi adalah kita
memastikan bahwa tidak terjadi kesulitan pembiayaan dimasa mendatang. Kita
tidak menginginkan jika kita sampai kesulitan membayar biaya-biaya yang
sifatnya rutin selama investasi tadi kita kuasai. Selain itu terjadi
kemungkinan kita bisa menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu jika kita
menaruh perhatian secara komprehensif akan investasi kita. Kita harus mengenal
diri kita sendiri dengan baik maka kita akan mampu menghadapi/menyikapi keadaan
apapun.
Metode-metode Nilai Waktu Uang
1. Metode
average rate of return
Metode ini
mengukur berapa tingkat keuntungan yang diperoleh suatu investasi atau LABA /
INVESTASI
Jika average
rate of return lebih tinggi dari laba yang diharapkan → layak
Kelemahan metode ARR : Mengabaikan nilai waktu uang
2. Metode payback
period
Mengukur seberapa cepat
investasi itu kembali
Kriteria penilaian investasi : Semakin cepat semakin baik
Kelemahan Metode payback period : Mengabaikan nilai waktu uang, Mengabaikan CF setelah investasi kembali
3. Metode net
present value (NPV)
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai
sekarang penerimaan kas bersih Jika
NPV + → layak
4. Metode
profitability index (PI)
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan kas
bersih dimasa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi Jika PI lebih
dari 1 → layak
5. Metode
internal rate of return (IRR)
Tingkat
discount faktor yang menyamakan nilai sekarang investasi dan nilai sekarang
penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang Jika IRR > tk bunga atau
laba yang disyaratkan → layak .
Konsep
Anuitas
Anuitas adalah merupakan satu arus (stream) kas yang tetap
setiap periodenya. Beberapa contoh dari perhitungan anuitas dalam keuangan
individu, misalnya cicilan bulanan kredit mobil atau rumah dan pembayaran biaya
kontrak rumah bulanan. Arus kas ini bisa merupakan arus kas masuk sebagai
pengembalian atas investasi maupun arus keluar yang dialokasikan sebagai tujuan
investasi.
Nilai masa depan anuitas memberikan nilai dari sebuah
perencanaan tabungan yang dilakukan secara tetap baik besaran dan waktunya
selama jangka waktu tertentu. Misalkan Anda memutuskan untuk menyisihkan atau
menabung sebesar Rp 5 juta setiap akhir tahun selama 30 tahun untuk persiapan
dana di saat Anda pensiun. Dengan asumsi bunga yang bisa didapat adalah sebesar
12 persen per-tahun, berapa jumlah dana yang terkumpul setelah 30 tahun? Perhitungan
ini dapat dilakukan dengan Rumus dari nilai masa depan Anuitas:
FVA={Ax[(1+i)n-1]}/i
Menghitung dengan rumus diatas
maka kita mendapatkan jumlah dana setelah 30 tahun sebesar Rp 1,206,663,422.
Perhatikan, bahwa dana yang Anda investasikan selama 30 tahun hanya sejumlah Rp
150 juta (Rp 10 juta x 30 tahun). Selisih nilai sebesar Rp 1,056,663,422
merupakan bunga yang didapat dari hasil perhitungan bunga berbunga selama 30
tahun. Bukan main bukan dampak waktu terhadap uang yang Anda miliki.
Nah kembali ke contoh diatas,
dimana Anda membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk kebutuhan masa pensiun
dan Anda masih memiliki waktu selama 30 tahun, berapa besar tabungan yang harus
disisihkan setiap tahunnya selama 30 tahun? Asumsi bunga adalah 12 %.
Mari berhitung. Disini tujuan
yang ingin kita capai adalah Rp 1 miliar. Nilai ini adalah FVA — nilai masa
datang yang ingin dicapai. Kemudian tingkat suku bunganya adalah 12% (i). dan
jangka waktu (n) adalah 30 tahun, jadi berapa besar yang harus ditabung ? Anda
bisa menggunakan rumus seperti diatas, FVA = {A x [(1+i)n-1]}/i, dimana :
· FVA =
nilai masa depan yang ingin dicapai
· A =
tabungan yang harus dialokasikan
· i = bunga
yang dipakai sebagai perhitungan
· n = jangka
waktu investasi atau tabungan.
Dari hasil perhitungan tersebut
didapat nilai sebesar Rp 4,143,658 yang harus ditabung selama 30 tahun untuk
mencapai target nilai investasi sebesar Rp 1 miliar. Sebenarnya Anda hanya
perlu menabung sebesar kurang lebih Rp 345,304 setiap bulannya atau Rp 11,510
perharinya. Tentunya Anda sanggup menabung sebesar Rp 12,000 perharinya dimana
nilainya sebanding dengan membeli cappuccino di sebuah kafe terkenal di
Jakarta.
Bagaimana apakah Anda masih tidak
percaya? Inilah konsep nilai waktu uang yang harus Anda perhatikan. Semakin
panjang waktu yang dimiliki semakin kecil besar tabungan yang harus disisihkan
bila hal lain dianggap tetap.
Bila target nilai yang ingin
dituju adalah Rp 1 miliar untuk kebutuhan masa pensiun nanti maka menabunglah
sebasar Rp 4,143,658 setiap tahun selama 30 tahun dengan bunga 12 persen per
tahunnya.
Sementara itu, nilai tunai (nilai
saat ini) dari sejumlah anuitas (PVA) merupakan kebalikan dari FVA, dimana :
PVA={Ax(1-[1/(1+i)n])}/i.
Dimana i adalah tingkat suku
bunga dan n adalah jangka waktu pembayaran. Jika diperhitungkan dari contoh
diatas, maka PVA= {Rp 4,143,658 x (1-[1/(1,12)30])}/ 0,12 = Rp 33,377,924.
Logikanya seperti ini, dengan jumlah dana sebesar Rp 33,377,924 yang Anda
tempatkan saat ini selama 30 tahun kedepan dengan bunga 12 peren per tahun maka
nilai investasi ini akan berjumlah Rp 1 miliar (sama dengan perhitungan bila
Anda menyisihkan Rp 4,143,658 per tahun selama 30 tahun dengan bunga 12 persen
pertahun).
Dengan dimengerti konsep nilai
waktu uang ini maka Anda bisa mempraktekkannya kedalam perencanaan keuangan
yang Anda kembangkan. Dengan mengetahui nilai tujuan keuangan masa depan, Anda
dapat menghitung berapa besar tabungan yang harus Anda sisihkan guna mencapai
tujuan tersebut. Dengan menghitung tabungan yang besarnya tidak terlalu
mengagetkan (Rp 12,000 per hari) membuat Anda juga termotivasi untuk mencapai
apa yang Anda inginkan.
Konsep bunga berbunga atau bunga
majemuk dengan penekanan pada anuitas sangatlah penting untuk dipahami oleh
semua individu karena memberikan suatu alternatif perhitungan investasi guna
mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.
Penjelasan Annuity
Annuity adalah suatu rangkaian
pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu
tertentu. Anuitas nilai sekarang adalah sebagai nilai anuitas majemuk saat ini
dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan sebagai jangka waktu anuitas.
PVAn = A1
[(S (1+i)n]
= A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n/i } ]
Anuitas nilai masa datang
adalah sebagai nilai anuaitas majemuk masa depan dengan pembayaran atau penerimaan
periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.
FVAn = A1
[(S (1+i)n–
1 ] / i
Dimana : A1 : Pembayaran atau penerimaan setiap
periode
Konsep Nilai Waktu Dari Uang
1. FUTURE VALUE
Nilai yang
akan datang (future value) adalah nilai uang diwaktu akan datang dari sejumlah
uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat bunga
yang berlaku. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi fv(), yaitu :
§ Rate, tingkat suku bunga pada
periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
§ Nper, jumlah angsuran yang
dilakukan
§ Pv, nilai saat ini yang akan
dihitung nilai akan datangnya.
§ Type, jika bernilai 1 pembayaran
dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.
Rumus yang
digunakan:
Formula Future Value sbb:
(1) Manual : Fv = Po (1+r)^n
Fv = nilai pada
tahun ke- n
Po = nilai pada tahun ke- 0
r = tingkat bunga
n =
periode
(2) Tabel : Fn =
Po ( DF r,n
)
DF =
discount Factor – melihat tabel
Contoh :
Budi menabung selama 5 tahun berturut-turut dengan
jumlah yang sama yaitu Rp.2.000.000 / tahun. Dengan tingkat bunga 10% tahun, berapa tabungan Budi pada tahun ke-5 ?
Jawab :
Cara Manual :
FVn
= X [ (1 + r)n - 1
] / r
FVA5 = 2.000.000 [ (1 + 0,1)5-1 ]/0,1
= 2.000.000 [ 6,105] = Rp 12.210.000
a. Nilai masa
mendatang untuk aliran kas tunggal
Jika kita memperoleh uang Rp
1.000,- saat ini dan kemudian menginvestasikan pada tabungan dengan tingkat
bunga 10 %, berapa uang kita 1 tahun mendatang ?.
Hal ini dapat bisa di hitung dengan rumus :
FV = PO + PO ( r )
= PO + ( 1 + r )
FV = Nilai Masa Mendatang
PO = Nilai Saat Ini
r = Tingkat Bunga
Jadi FV1 = 1.000 ( 1 + 0,1 )
= 1.100
Jika periode investasi tidak hanya 1 tahun tapi beberapa tahun maka
rumusnya :
FVn = PVo ( 1 + 0,1 )
FVn = Nilai Masa Mendatang
PVo = Nilai Saat Ini
r = Tingkat Bunga
n = Jangka Waktu
Jadi nilai mata uang yang tadinya 1.000 5 tahun mendatang
FV5 = 1000 (1 + 0,1 )5 = 1.610,51
Sedangkan proses menanamkan uang
ke bank dengan tingkat bunga tertentu selama periode tertentu disebut proses
pergandaan. Contoh : kita menabung awal tahun Rp 1.000 dengan tawaran bunga 10%
per tahun, dan di gandakan setiap 6 bulan,bisa di hitung dengan rumus
FVn = PVo (1 + n/k )kn
K = frekuensi penggandaan
FV1 = 1.000 (1 + 0,1 / 2)2 .1 = 1.102,5
FV2 = 1.000 ( 1 + 0,1 / 2 ) = 1.215,51
Sedangkan bila kita secara kontinu
FVn = PVo x e r . t
E 2,71828
Jadi misal Rp 1.000 kita
gandakan secara kontinu, selama 1 dan 2 tahun maka, nilai pada akhir tahun
pertama dan kedua.
FV1 = 1.000 x (2,71828)0,1 .1 = 1.105,7
FV2 = 1.000 (2,71828)0,1x2 = 1.221,4
b. Future Value
Annuity (nilai masa mendatang untuk seni pembayaran)
Misal kita memperoleh Rp 1.000
pertahun selama 4x, uang yang diterima pada akhir tahun, berapa nilai masa
mendatang jika tingkat bunga 10% ?
FVn = X [(1 + r)n - 1] /r
X = Jumlah pembayaran kas untuk setiap periode
r = Tingkat bunga
n = Jumlah periode
Jadi uang kita pada akhir tahun
FV4 = 1.000 [ ( 1 + 0,1 )4 – 1 ] / 0,1 = 4.641
Aliran kas juga bisa di bayarkan
setiap awal tahun. Contoh : Rp 1.000 yang akan kita terima selama 4x di
bayarkan setiap 4 tahun dengan tingkat bunga 10%. Berepa nilai masa
mendatang ?
FVna = X [{( 1 + r )n – 1 }/r ] (1 + r)
FVna = Future Value Annuity Due
n = Jumlah Periode
z = Jumlah pembayaran kas untuk setiap periode
FV4 = 1.000 [{(1 + 0,1)4 - 1}/r ] (1 + 0,1 ) = 5.105
2. PRESENT
VALUE (Nilai Sekarang)
Nilai sekarang (Present Value) adalah nilai sekarang dari satu jumlah uang
atau satu seri pembayaran yang akan datang, yang dievaluasi dengan suatu
tingkat bunga tertentu. Suatu investasi dapat diterima hanya jika investasi itu
menghasilkan paling tidak sama dengan tingkat hasil investasi di pasar yaitu
lebih besar dari pada tingkat bunga deposito (tingkat hasil tanpa resiko).
Keterangan :
PV = Present Value / Nilai
Sekarang
Kn = Arus kas pada tahun ke-n
R = Rate / Tingkat bunga
n = Tahun Ke-n (dibaca dan
dihitung pangkat n).
Contoh :
Jika di masa yang akan datang kita akan punya saldo sebesar 1,1 juta hasil
berinvestasi selama satu tahun, maka uang kita saat ini adalah sebesar :
PV = 1.100.000 / (1 + 0,1) ^1
PV = 1.000.000 rupiah
a. Nilai sekarang untuk aliran kas
tunggal.
Nilai sekarang merupakan
kebalikan nilai kemudian. Apabila dalam nilai masa mendatang kita melakukan
pergandaan, dalam present value kita melakukan proses pendiskontoan.
FVn = PVo ( 1 + r )n
FVn = nilai kemudian
PVo = nilai sekarang
Jadi PVo = FVn / [( 1 + r )n ]
Misalkan kita mempunyai kas Rp
1.000 satu tahun mendatang Rp 1.121 dua tahun mendatang dan 1.610,51 lima tahun
mendatang. Berapa nilai sekarang dari
masing-masing kas tersebut jika tingkat diskonto 10% ?
PV1 = = 1.000
PV2 = = 1.000
PV5 = = 1.000
Misalkan proses pendiskontoan
dilakukan 1 tahun 2x dengan tingkat diskonto 10% per tahun berapa nilai
sekarang aliran kas sebesar Rp 1.100 yang akan kita terima 1 tahun mendatang ?
berapa nilai sekarang aliran kas sebesar Rp 1.610,5 yang akan kita terima 5
tahun mendatang?
PVo = FVn [1 + (r/k)]n . k
PV1 = 1.100 / [1 + (0,1 / 2)1 . 2 = 997,73
PV5 = 1.610,5 / [1 + (0,1 / 2)5x2 = 988,71
Dan jika pergandaanya secara kontinu
PVo = (FVn /er x T )
e = 2,71818
PV1 = 1.100 / (2,71828)0,1 x 1 = 904,84
PV5 = 1.1610,5 / (2,71828)0,1 x 5
b. Nilai sekarang
untuk seni pembayaran kas (Annuity)
§ Nilai sekarang untuk periode
terbatas.
Contoh : kita akan menerima
pembayaran sebesar Rp 1.000 per tahun mulai akhir tahun ini (tahun ke I )
selama 4x. berapa nilai sekarang dan aliran kas tersebut jika tingkat diskonto
10% ?
PV = [ C – C / (1 + r)n]r
C = aliran kas per periode
r = tingkat diskonto
n = jumlah periode
PV = PV aliran kas mendatang
PV = [1.000 – 1.000 / (1 + 0,1)4] / 0,1
= 1.000 – 683,0135 / 0,1
= 3.169,9
Ketika kas dibayar awal periode
dengan perhitungan akan menerima Rp 1.000 per tahun selama 4 tahun maka present
value aliran kas tersebut.
PV = [{C – (C / (1 + r)n )} / r ] (1 + r)
PV = [{1.000 –1.000 (1 + 0,1)4 )} / 0,1 ] (1 + 0,1)
= 3.486,9
Jadi nilai kas 3.486,9, yang dibayar pada awal periode.
§ Nilai sekarang untuk kas yang
tidak sama besarnya.
Dalam beberapa situasi kita akan
menerima kas yang besarnya tidak sama untuk setiap periode. Misalkan kita akan
menerima kas selama 4 tahun besarnya Rp 1.000, Rp 1.500, Rp 2.000 dan Rp 3.000
untuk tahun 1,2,3 dan 4. Pembayaran kas Dilakukan pada akhir periode berapa
nilai kas tersebut saat ini ?
PV = + + +
= 5.700,4
§ Nilai sekarang untuk periode
tidak terbatas.
PV = C / r
C = Aliran Kas
r = Tingkat Diskonto
§ Nilai sekarang
yang tidak terbatas, aliran kas tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tertentu.
Contoh : suatu saham membagikan
deviden pada awal tahun sebesar Rp 1.000. perusahaan tersebut akan meningkatkan
deviden sebesar 5% per tahun untuk periode tidak terhingga dengan tingkat
diskonto 5%. Berapa PV ?
PV = dengan asumsi r > 9
PV =
= 21.000
3. ANNUITY ( Nilai masa datang dan masa
sekarang )
ANNUITY : Suatu rangkaian pembayaran uang
dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu
FV = Ko
Keteragan :
FV = Future Value / Nilai Mendatang
Ko = Arus Kas Awal
r = Rate /
Tingkat Bunga
n = Tahun Ke-n
(dibaca dan dihitung pangkat n).
Contoh :
Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita
akan mendapat :
FV = 1.000.000
FV = 1.100.000 rupiah
Nilai Majemuk Anuitas adalah Nilai anuitas yang akan diterima di waktu yang
akan datang untuk periode tertentu.
Rumus:
Sn = a [ ( 1 + i )n-1 + … + ( 1 + i )1 + ( 1 + i )0 ]
Keterangan :
a = Jumlah modal
(uang) pada awal periode
Sn = Jumlah yang diterima pada
akhir periode
Nilai Tunai Anuitas adalah Nilai saat ini dari anuitas yang akan diterima
di waktu yang akan datang selama periode tertentu.
Rumus :
NT An = Amortisasi Pinjaman adalah Pembayaran tahunan untuk
mengakumulasikan sejumlah dana (uang) di waktu yang akan datang.
Keterangan :
CVIF = Compound value
interest factor atau Jumlah majemuk dari suku bunga selama periode ke n
4. BUNGA SEDERHANA
(Dibayar 1 kali dalam setahun)
NILAI MAJEMUK dengan Bunga dibayar 1 kali dalam setahun.
Rumus :
Vn = P0 (I + i )n
Keterangan :
Vn
= Future value tahun ke-n
Po
= Pinjaman atau tabungan pokok
i
= Tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan
n
= Jangka waktu
Bunga yang
dibayarkan hanya pada pinjaman atau tabungan atau investasi pokoknya saja.
FVn = Po [ 1 + (i) (n) ]
5. BUNGA MAJEMUK
(Dibayar lebih dari 1 kali dalam setahun)
NILAI MAJEMUK dengan Bunga dibayarkan lebih dari 1 kali dalam setahun.
Rumus :
Vn = P0
Keterangan :
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam /
dipinjamkan pada periode waktu
m = Berapa kali bunga
dibayar dalam satu tahun
I = Bunga
i = interest /
suku bunga
n
= Jangka waktu
Bunga yang dibayarkan (dihasilkan) dari pinjaman (investasi) ditambahkan
terhadap pinjaman pokok secara berkala.
FVn = Po ( 1 + i )n
Dimana:
FVn = future
value tahun ke-n
Po =
pinjaman atau tabungan pokok
i = tingkat
suku bunga/ keuntungan disyaratkan
n = jangka waktu
Berdasarkan
kajian yang membahas tentang Nilai Waktu Dari Uang, maka kami dapat
menyimpulkan sebagai berikut :
Nilai waktu
uang merupakan konsep sentral dalam manajemen keuangan, atau nilai waktu dari
uang, di dalam pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu memegang
peranan penting. Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan
dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan
pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan di
pilih.
Refferensi: http://fajriarifwibawa.blogspot.co.id/2015/04/makalah-nilai-waktu-dari-uang.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar